Sunday, July 12, 2015

Autisme dan Terapi Lumba-Lumba oleh Taman Safari Indonesia II

Penelitian terbaru mengungkapkan, berenang bersama lumba-lumba diyakini mampu menstimulus perkembangan otak bagi penyandang autisme pada anak. Wajar saja, jika Dolphin Assisted Therapy (DAT) begitu populer di Inggris. Para terapis di seluruh dunia percaya, tehnik ini 4 kali lebih efektif dibandingkan terapi lainnya.  
Tim Edukasi Taman Safari Indonesia II
menghibur adek -adek di hotel Santika Surabaya
Fakta ini diungkap dalam acara bertajuk ‘Ngabuburit Mom and Kids’ kamis lalu (24/6) yang diselenggarakan di Santika Premier Gubeng Surabaya. Hadir dalam talkshow ini, Psikolog anak, Astria Ratnawati, S.Psi dan Ketua Yayasan Advokasi Sadar Autisme Surabaya, Oky Mia Oktaviani. Selain 2 pembicara ini, ada pula SPV Edukasi Taman Safari Indonesia II Prigen, Eko Windarto yang secara gamblang menjelaskan tehnik-tehnik terapi bagi penderita autis melalui program Swimming with Dolphin.


Autisme memang masih menjadi misteri di dunia kedokteran. Namun, gejala awal sindrom autis dapat dikenali secara dini. “Gejala paling umum adalah jika anak susah untuk diajak berkonsentrasi dan berkomunikasi. Tindakannya cenderung mengulang, sangat suka menyendiri bahkan suka berjalan menjinjit,” papar Astria Ratnawati, S.Psi.
Menurutnya, penyandang autis juga sering melakukan hal-hal di luar kewajaran seperti keterlambatan bicara, susah melakukan kontak mata dengan lawan bicara hingga kebiasaanya yang suka mensejajarkan benda atau mainan apapun disekitarnya. 
“Individu autisme mengalami respon spektrum pada indra mereka, dimana mereka sangat susah membedakan frekuensi suara disekitarnya yang menyebabkan mereka dapat mendengar banyak sumber suara namun berbentuk dengungan yang sangat membuat mereka tidak nyaman,” lanjut Astria.
Sementara itu, Oky Mia Oktaviani menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam membantu sindrom autis ini pada anak-anaknya. Menurutnya, para ibu harus secara konstan memberi kasih sayang ekstra untuk membantunya memahami siapa diri mereka. Terapi khusus juga bisa diberikan pada anak untuk meringankan sindrom ini.
Swimming With Dolphin
Eko Wondarto (SPV Edukasi TSI 2)
memberi presentasi tentang
 Swimming With Dolphin
Di Amerika Serikat, penyembuhan menggunakan lumba-lumba untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, sudah tidak asing lagi. Dr. Erwin Kusuma SpKJ, dari Klinik Prorevital, Jakarta mengatakan sejak tahun 1978, metode penyembuhan dengan lumba-lumba sudah dikembangkan DR. David Nathanson, Ph.D, setelah mempelajari  lumba-lumba lebih dari 30 tahun.
Bahkan, penelitian Vilchis Quiroz dari Medical Director Aragon Aquarium, Mexico City, Meksiko seperti yang dikutip Harian Kompas menyebutkan, ketika berinteraksi dengan lumba-lumba, hormon endorfin pada manusia meningkat. ini membuat terbentuknya keseimbangan antara otak kiri dan kanan. Gelombang ultrasonik, hasil stimulasi suara-suara atau sonar yang dikeluarkan lumba-lumba, mampu diterima dengan sempurna oleh manusia. 
Menyadari betul betapa pentingnya Lumba-lumba bagi kesehatan manusia, Taman Safari Indonesia II memiliki program khusus ‘Swimming With Dolphin’. Program ini merupakan program satu-satunya di Jawa Timur.
“Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum benar-benar berenang bersama Lumba-lumba di Taman Safari Indonesia II,” ungkap Eko Windarto. Tahap pertama lanjut Eko, sang lumba – lumba akan berkenalan lebih dahulu dengan individu dengan menaikkan tubuhnya ke pinggir kolam dan mulai menunjukkan dirinya. Tahap kedua sang lumba – lumba akan melakukan pendekatan dengan menggunakan moncongnya didalam air dan mendekatkannya pada telapak tangan individu yang sedang diterapi. 
Dan terakhir, lumba – lumba sudah bisa bisa memulai interaksi dengan individu yang dilanjutkan dengan adanya rasa percaya pada keduanya dan membuat hubungan lebih dekat dan mereka dapat bermain bersama. 
”Dalam terapi ini individu akan diajarkan cara berkonsentrasi dan diberikan rangsangan suara sonar bioakustik yang dihasilkan oleh lumba – lumba. Secara berangsur, individu autisme merasakan ketenangan emosional pada diri mereka dan mulai fokus pada satu hal,” imbuhnya.
Eko menambahkan, umumnya untuk mengetahui perkembangan dari terapi ini adalah setelah 3 – 6 kali kunjungan. “Peran orang tua sangat penting di sini, selain harus selalu mendampingi, membiasakan berkomunikasi di rumah dan selalu mengajaknya ngobrol secara intents sangat membantu perkembangan sindrom autis pada anak,” kata Eko Menghakhiri presentasinya. (*)

Tuesday, June 16, 2015

Liburan hemat bulan Ramadhan di Taman Safari Indonesia II

BUY 2, GET 2 FREE !!

Safari Adventure

Mulai tanggal 18 Juni sampai 12 Juli 2015, berlibur ke Taman Safari Indonesia II Prigen bakal lebih hemat dengan paket beli 2 dapat 2 tiket gratis. Paket ini berlaku untuk tiket rusa (reguler) dan tiket badak (terusan / gelang merah) dengan maksimal pembelian 10 tiket. Nikmati pengalaman serunya dan eksplorasi keragaman satwanya yang unik bersama keluarga dan kolega.
Bagi sebagian besar pecinta travelling, Ramadhan memang tak menghalangi untuk tetap beraktifitas. Selain tetap bisa khusuk beribadah, liburan ‘pintar’ ala Taman safari Indonesia II ini akan menambah referensi pengetahuan tentang satwa-satwa langka dari seluruh dunia. Tak hanya itu, 24 wahana permainan yang dimiliki salah satu Safari Park terbesar di Asia ini akan melengkapi kegembiraan berkumpul bersama keluarga atau teman-teman tercinta.
Sebagai informasi, Taman safari Indonesia II saat ini memiliki tidak kurang dari 1000 satwa dengan 250 spesies yang didominasi satwa-satwa langka yang terancam punah. Pengujung bisa melakukan safari menggunakan mobil pribadi atau bis khusus yang disediakan Taman Safari Indonesia II untuk melihat lebih dekat satwa-satwa ini. Bisa juga menikmati perjalanan bersama gajah Sumatera di Zona Afrika lewat paket elephant tracking.
Tak ketinggalan pula Safari Water World dan Aquatic Land yang dihuni Pinguin Humbold yang menggemaskan itu siap menyambut kehadiran pengujung. Pinguin ini didatangkan langsung dari Amerika Selatan. Anjing laut dan Singa laut juga melengkapi koleksi di Aquatic land. Serunya lagi, pengujung bisa berinteraksi dengan satwa-satwa ini dengan memberi makan secara langsung.  
Menikmati berbuka puasa ditemani Harimau Benggala di tiger cave restaurant bisa menjadikan pilihan menarik liburan di sela menjalankan ibadah puasa. Ada juga restaurant Gading, River View Restaurant dan Captain Kroc’s yang dikenal dengan masakan Indonesia siap memanjakan lidah dengan menu-menu chef terbaiknya. Pengujung tak perlu khawatir untuk tetap menjalankan ibadah mengingat Taman Safari Indonesia II telah memiliki fasilitas tempat ibadah yang cukup representatif agar pengujung tetap khusuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini. Info lebih lanjut hubungi 0343-674 1888. (*)     

Friday, June 12, 2015

Kunjungan TSI II di Hari Jadi Radio Suara Surabaya ke 32 tahun

Kunjungan TSI II di hari jadi radio Suara Surabaya 

Taman Safari Indonesia II Prigen kamis lalu (11/6) berkesempatan mengujungi Radio Suara Surabaya  untuk berbagi kebahagian dalam momen Peringatan Hari Jadi Radio Suara Surabaya (SS) yang ke 32 tahun. Selain Taman Safari Indonesia II, acara yang dipusatkan di Suara Surabaya Centre (SSC) ini juga dihadiri Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan Bupati Sidoarjo, Saiful Illa serta beberapa kalangan dari hotel dan resto, pengusaha maupun dari media cetak dan elektronik. 

Hubungan Taman Safari Indonesia II dan SS memang sudah terjalin lama. Keduanya seringkali bertukar informasi. Terutama saat informasi muncul dari pendengar setia Radio SS tentang kondisi lalu lintas di sekitar Taman Safari Indonesia II hingga seputar pelayanan di pusat konservasi terbesar di Asia tersebut. 
Sebaliknya, Radio SS juga kerap melibatkan Taman Safari Indonesia II untuk menggelar acara-acara off air tentang konservasi satwa yang mengupas isu fauna. 

Head of Departement Sales and Marketing Taman Safari Indonesia II, Idham Rustian menyatakan kebanggaanya bisa menjadi bagian dari sejarah radio Suara Surabaya. Didampingi jajaran menajemen Taman Safari Indonesia II, Idham secara khusus mendapat sambutan hangat dari salah satu pendiri Radio Suara Surabaya, Errol Jonathan.

“Sangat senang rasanya bisa menjadi bagian dari sejarah Radio Suara Surabaya. Semoga Radio ini secara konsisten terus memberikan berita, informasi dan solusi. Terima kasih juga atas dukungan Radio SS selama ini yang mendukung upaya kita untuk melestarikan satwa-satwa langka,“ ungkap Idham. 

Di hari spesial itu, Taman Safari Indonesia II juga memberikan souvenir boneka harimau dan komodo untuk Radio SS sebagai simbol persahabatan. Sekali lagi, selamat ulang tahun untuk Radio Suara Surabaya yang ke 32. (*) 

Tuesday, June 9, 2015

Festival Air Safari Water World

Mengulang masa kecil memang sangat menyenangkan dan Taman Safari Indonesia II Prigen menyadari hal itu. Keseruan – keseruan akan terus bertambah di Taman Safari Indonesia II untuk memberikan kesan liburan yang menyenangkan. Satu lagi yang akan datang adalah Water Wars, yang merupakan sebuah games yang diadakan di Safari Water World. Para pengunjung bisa menikmati kemeriahaan bermain air dengan menggunakan Water Gun, dan bisa mendapat kesempatan melawan Captain Kroc’s. Akankah kamu mengalahkan Captain Kroc’s?
Temukan jawabannya di Water Wars ! 
Taman Safari Indonesia II, Conservation, Education, & Fun !
 R.A - Marcomm Taman Safari Indonesia II

110 Mobil Ramaikan Safari Rally

Mobil peserta Safari Rally 2015
Sindo Trijaya Carnival Safari Rally 2015 (7/6) berhasil menciptakan rekor tersendiri. Diikuti sekitar 110 mobil atau sekitar 440 orang, event bertajuk Rally dan edukasi seputar satwa dan flora ini mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari peserta yang kebayakan berasal dari Jawa Timur.

Event hasil kerjasama antara Taman Safari Indonesia II dan Sindo Trijaya tersebut memang diperuntukkan bagi penggemar traveling . 5 pos utama harus mereka lalui. Di pos pertama, peserta memulai perjalanan dari Singgasana hotel Surabaya dilanjutkan menuju Sindo Trijaya, Taman Sari Papilio, Bale air dan berakhir di Taman Safari Indonesia II Prigen. Peserta sangat menikmati event rally ini lantaran konsep Safari Rally memberikan pengalaman yang berbeda dari biasanya.

Peserta Safari Ralyy 2015
“Yang bikin beda karena rally nya pure fun, sambil bertamasya dan meng edukasi keluarga tentang flora dan fauna di Taman Safari Indonesia II Prigen. Jarang lho ada rally yang mendapatkan fasilitas breakfast di hotel dan banyak doorprize dari sponsor,” Ungkap ketua panitia penyelenggara Sindo Trijaya Carnival Safari Rally 2015, Yuli.

Bapak I Ketut Gunarta (GM TSI II)
memberikan sambutan kepada peserta Safari Rally
Menurutnya, melihat begitu besar antusias peserta,  Sindo Trijaya berkolaborasi dengan Taman Safari Indonesia II bakal menyelenggarakan event ini secara regular setiap tahun. “Event ini sekaligus menjadi ajang yang sangat strategis untuk mengkampayekan tentang pentingnya konservasi satwa. Taman Safari Indonesia II adalah venue yang paling representatif untuk menyelenggarakan event-event seperti ini,” sambung Yuli.

 
Selain satu Grand prize berupa 1 unit motor Suzuki Thunder diperebutkan di ajang ini, peserta juga dimanjakan beragam doorprize dan gimmick menarik dari panitia peyelenggara dan sponsor. Sementara itu, pemenang Sindo Trijaya Carnival Safari Rally tahun ini berhasil diraih oleh mobil dengan nomor lambung 107, atas nama Adi bahtiar dengan jenis mobil yang dikendarai Mazda 2. (*)

Monday, June 8, 2015

International Animal Photo Competition (IAPC) 2015

International Animal Photo Competition (IAPC) 2015
International Animal Photo Competiton (IAPC) yang notabene merupakan sebuah ajang fotografi garapan Taman Safari Indonesia (TSI) dengan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata, PT. Datascrip / Canon, serta ID-Photographer ini pun resmi dimulai. Event launching IAPC yang bertajuk “Capture the Beauty in the Wild”dilaksanakan di Taman Safari Indonesia, Bogor pada hari Sabtu, 6 Juni 2015. Event yang diikuti kurang lebih 100 fotografer dari berbagai daerah ini memberi kesempatan para pesertanya untuk hunting foto satwa seperti di habitat aslinya, serta melakukan sesi pemotretan 6 model cantik bersama satwa liar, seperti: Singa, Harimau, Gajah, Burung Macaw, Ular, Burung Hantu, dan Elang Bondol.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini merupakan saat istimewa bagi event tahunan TSI ini karena umurnya yang mencapai ke-25 tahun. Di tahun peraknya ini, IAPC tetap konsisten dengan tujuannya yaitu sebagai ajang promosi konservasi lingkungan hidup terutama satwa liar. “Saya harap para fotografer dapat menyampaikan pesan tentang keindahan satwa melalui media foto” ujar Frans Manansang, Direktur TSI.
IAPC tahun ini dari segi kompetisinya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Kategori peserta masih terbagi menjadi dua, yaitu: umum dan pelajar, terbuka untuk umum, menggunakan sistem online, serta gratis. Namun dapat dipastikan, akan lebih banyak hadiahnya, serta akan lebih ramai dari promosi dengan ditandai banyaknya rangkaian event pendukung yang akan terselenggara selama kompetisi berlangsung. “Kita akan adakan beberapa event pendukung dalam rangkaian IAPC 2015 ini, setiap bulan akan kami adakan event fotografi dengan tema yang berbeda” tutup Frans.

Informasi lebih lanjut,klik di http://www.lombafoto.tamansafari.com/

R.A - Marcomm Taman Safari Indonesia II

Tuesday, June 2, 2015

Catatan Sejarah Baru Safari Run 5K 2015

Semangat peserta Safari Run 5K
Sebanyak 1200 peserta ambil bagian dalam Safari Run 5K yang diselenggarakan oleh Taman Safari Indonesia II Prigen bekerjasama dengan Kompas. Para pelari tak hanya disuguhi tantangan alam lereng gunung Arjuna tapi juga merasakan sensasi berlari di antara satwa khas zona Afrika. Hari ini (31/5), para pelari juga menjadi saksi sejarah penyelenggaraan event Safari Run pertama di Indonesia tersebut.

Popularitas alam lereng gunung arjuna yang menjadi venue event ini memang tak diragukan lagi. Di atas lahan 350 ha, salah satu pusat konservasi satwa terbaik di Asia, Taman Safari Indonesia II Prigen berdiri kokoh.  “Kami bangga mengundang para pelari untuk hadir di sini, merasakan atmosfer berbeda pegunungan arjuna sekaligus mengenal lebih dekat satwa-satwa langka,” ungkap Head of Departement  Sales and Promotion Taman Safari Indonesia II, Idham Rustian. Lebih lanjut Idham mengatakan, event Ini merupakan perpaduan sempurna antara fun run dan adventure mengingat Taman Safari Indonesia II memiliki kekayaan alam yang masih terjaga.
Bapak IK Gunarta mengalungkan medali
kepada 100 finisher pertama

Pada ketinggian 800 mdpl, para pelari melintasi jalur tanjakan dan turunan sepanjang 5 km. Uniknya lagi, sejauh 1,5 km peserta juga harus menyelesaikan rute unik di zona Afrika. Ya, rute inilah yang menjadi ciri khas Safari Run. Di zona ini, pelari akan bertemu penghuni khas Afrika seperti, jerapah, zebra, unta, gajah sumatera, kudanil  hingga watusi dan jenjang mahkota.

Peserta Safari Run 5K 2015 melewati rute
\ Exhibit Gajah Sumatera
Selain melewati zona afrika, para pelari juga disuguhi etape alam indah yang dibalut vegetasi alami hutan hujan tropis. Kejutan lainnya, peserta Safari Run juga bertemu dengan harimau benggala yang menjadi satu dengan tiger cave restaurant, zona baby zoo, rumah sakit satwa hingga area Banteng camp yang dikenal memiliki jalur tanjakan ekstrim.    

Taman Safari Indonesia II memang memiliki semua persyaratan sebagai tempat peyelenggaraan event sekelas Safari Run ini. Terlebih lagi, event ini telah mencatatkan diri sebagai event Safari Run 5K pertama di Indonesia dengan rute unik. Tak mengherankan jika jauh sebelum event ini digelar, para penggemar lari bahkan pelari profesional sekalipun berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi peserta Safari Run.

Gajah Sumatera Kalungkan Medali
Pengalungan Medali oleh Gajah Sumatera
Taman Safari Indonesia II
Tak menyangka bakal memasuki finish pertama, Muhammad Havi (26) meluapkan kegembiraanya dengan melompat-lompat kegirangan. Ya, pria asal Singosari inilah pelari yang berhasil menaklukkan rute menantang Taman Safari Indonesia II dalam kurang dari 30 menit. “Ga nyesel mengikuti safari Run ini. Rute yang ditawarkan cukup menantang dan uniknya lagi, saya bisa sangat dekat dengan satwa-satwa yang sebelumnya hanya bisa saya lihat dari dalam mobil saja,” kenang Havi.

Sementara itu, pelari perempuan yang mencapai finish pertama diraih Ririn Hardiyanti Alvian (17). Gadis belia berparas ayu ini memang jauh hari telah menyiapkan diri menempah fisik sebelum mengikuti ajang ini.

“Saya sengaja berlatih secara rutin dua minggu sebelum mengikuti Safari Run. Kuncinya memang terletak pada kemampuan untuk menjaga kecepatan lari. Tanpa saya duga sebelumnya, track di sini sangat menantang. Tapi seru, sambil olah raga sambil melihat satwa,” ujar pelari perempuan yang mampu mencapai finish terdepan dengan torehan waktu 36 menit tersebut.  

Serunya lagi, dua ekor gajah Sumatra bernama Widya dan Lena mengalungkan secara langsung medali penghargaan kepada Havi dan Ririn. Mereka juga mendapatkan kecupan manis dari gajah yang hampir punah di habitat aslinya ini. 100 pelari putra dan 100 pelari putri lainnya yang mampu memasuki finish terlebih dahulu juga Mendapatkan medali. Tapi medali itu tidak disematkan secara langsung oleh Widya dan Lena.

Tak hanya berlari, peserta secara khusus juga dihibur penampilan DJ Yoren dan penampilan band akustik. Sesampai di finish, peserta juga bisa menonton pertunjukan satwa hingga mengikuti acara edukasi satwa. Beberapa restaurant besutan chef nomor wahid juga bisa dirasakan di sini. Seperti di restaurant gading, tiger cave atau river side restaurant.
DJ Yoren in action 

Perhelatan event menarik ini diselenggarakan sejak pagi hingga siang. GM Taman Safari Indnesia II, IK Gunarta bersama perwakilan dari Kompas memberangkatkan secara langsung 1200 pelari untuk menaklukkan tantangan. Pelari rata-rata mampu menyelesaikan rute lari selama 1,5 jam. Meski didominasi pelari amatir, namun pelari yang kebanyakan didominasi dari Jawa Timur ini begitu antusias mengikuti Safari Run hingga akhir acara.


“Selamat kepada pelari yang mampu mencapai finish pertama dan kami sampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk semua peserta. Mulai hari ini saya yakin, anda akan lebih mencitai olah raga sekaligus mencintai satwa-satwa untuk senatiasa menjaga dan melestarikannya,” ungkap IK Gunarta menutup seluruh rangkaian acara Safari Run 5K di Taman Safari Indonesia II. (*)