Monday, December 14, 2015

PERTARUNGAN BUAYA DAN BIAWAK JUARAI IAPC 2015

IAPC atau International Animal Photo Competition telah memasuki usianya yang ke 25 tahun ini. Kompetisi fotografi yang telah diselenggarakan sejak tahun 1990 ini juga diadakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Se Dunia tanggal 5 Juni serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pada tanggal 5 November.
Menurut Frans Manansang - Direktur Taman Safari Indonesia, kompetisi tahunan ini selalu mendapat respon positif dari masyarakat. “Animonya pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Tahun ini jumlah foto yang tersubmit mencapai angka 16 ribu, atau naik 2 ribu foto dibandingkan tahun lalu”, sambungnya.
www.tamansafari2.com
Tahun ini merupakan tahun kedua IAPC diselenggarakan dengan sistem online dan dibagi menjadi 2 kategori: pelajar dan umum. Event hasil kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata, PT. Datascrip / Canon, Id-Photographer, serta pihak lainnya ini rencananya akan ditutup oleh acara penyerahan hadiah pada tanggal 7 November mendatang.
Penjurian yang dilakukan Rabu, 21 Oktober 2015 di Safari Lodge Hotel, para juri yang terdiri dari Danis Manansang (Taman Safari Indonesia), Arbain Rambey (KOMPAS), Dudi Sugandi (Pikiran Rakyat), JulianW (Wildlife Photographer, perwakilan Canon regional Asia) dan Ryan Boedi (Id-Photographer) telah memilih total 8 foto sebagai para pemenang dari kategori umum dan  8 foto dari kategori pelajar. Salah satu pemenang beruntung tersebut adalah Hendi dengan foto pertarungan Buaya dan Biawak yang menjadi Juara 1 dari Kategori Umum. Ke 16 pemenang ini dijadwalkan untuk menerima hadiah dari beberapa Menteri terkait pada acara penyerahan hadiah bulan depan.
Selamat kepada para pemenang, Juara1 - 3 (Umum): Hendi-Kalbar (Fighting), Fajar Mangkudisastro-Jakarta (Berhasil!), dan Agustiar Hamdani-Bekasi (Killer Instinct), Harapan: Gede Sudika Pratama-Gianyar (Ciuman Kasih Sayang), Budi Darmawan-Jakarta (Jangan Ganggu!), Yohanes Arief Dewanto-Jakarta (Kepanasan), Diyan Filio Bastian-Jember (Keluarga Burung), dan Ahmad Samsudin-Semarang (Bayi Ular Piton). Juara 1 - 3 (Pelajar) : Devyanti Virsanita-Jakarta (Bunda Sayang Aku), I Ketut Arya-Denpasar (Hey World, I Am Baby Sea Turtle), dan Hikmah Sultan-Makassar (Antri Minum). Harapan: Anthony Yonathan-Surabaya (Kissing), Try Wahyudi-Surabaya (Kasih Sayang Ibu), Yana Supriatna-Bandung (A Scream from the Sky), Roni Kuncoro-Jakarta (Bercanda), dan Dimas Ridho Wicaksono-Bekasi (Twin Cotton Top Tamarin Marmoset).

Selamat Datang Chef Ganjar Budiana, Executive Chef Taman Safari Prigen Jawa Timur

www.tamansafari2.com
Taman Safari Indonesia II Prigen mendapat Jendral baru di divisi F&B. Beliau adalah Chef Ganjar Budiana, Executive Chef Taman Safari Indonesia II. Karir Chef nya dimulai saat menjadi Cook Helper di tahun 1993 di Nikko Hotel Jakarta. Karirnya terus naik tentuny dengan perjuangan yang tanpa lelah. Sudah banyak posisi yang diisinya di bidang Food and Bevarage. Mulai dari Cook Helper, Kitchen Supervisor, Chef hingga Executive Chef di beberapa Restoran dan Hotel Ternama di Indonesia dan beberapa tempat di Asia.
Dalam Karirnya, Chef Alumni STIEPAR AKTRIPA Bandung angkatan 92 ini telah melalang buana di berbagai Negara. Antara lain menjadi chef Star Cruises Virgo – Singapore, Chef The Spice Market Restaurant Shanghai, hingga menjadi salah satu chef di Hilton Hotels Worldwide Jumeirah Dubai. Hotel dan Restaurant di berapa tempat di Indonesia pun pernah merasakan tangan dinginnya dalam hal mengolah masakan. Catat saja Hotel Menara Peninsula Jakarta, Hotel Sanghyang Indah Spa & Resort Anyer, dan beberapa tempat lainnya di Indonesia. Dari pengalaman melanglang buana ke berbagai Negara membuat chef  yang mempunyai hobi bersepeda ini memiliki berbagai macam skill yang mumpuni di  bidang Food and Bevarages.
“Saya sangat senang menjadi bagian keluarga besar Taman Safari Indonesia II dan tidak sabar menghadirkan karya-karya saya di bidang Food and Beverage yang saya kuasai” Ujar chef yang sebelumnya menjadi Executive Chef di Transera Hotel Pontianak.
Kita tunggu sepak terjang Executive Chef Ganjar Budiana di Restaurant-Restaurant yang ada di Taman Safari Indonesia II.Selamat Datang dan Selamat berkarya.

Pestanya Pecinta Satwa Peliharaan di Taman Safari Prigen

Kegembiraan nampak terpancar di wajah para peserta Pets Day Out (27/9). Bagaimana tidak, sekitar 400 peserta yang pagi itu berkumpul di Taman Safari Indonesia II, tak hanya menjadikan acara ini sebagai ajang silahturahmi antar pencinta satwa tapi juga moment untuk mengenal satwanya lebih dekat.
www.tamansafari2.com
Puluhan komunitas pecinta satwa seperti pecinta reptil, kucing, sugar glider hingga burung untuk kali pertama bertemu dalam satu event di Taman Safari Indonesia II. Mereka bahkan mendapatkan edukasi khusus tentang satwa dari tim dokter hewan Taman Safari Indonesia II. Di sesi ini pula, peserta mendapatkan pemahaman khusus tentang pentingnya konservasi satwa dan berkeliling mengunjungi zona-zona satwa Taman Safari Indonesia II (safari adventure).
Serunya lagi, peserta Pets Day Out juga ditantang mengikuti beragam kompetisi untuk satwa-satwanya. Lomba balap gecko, lomba panjat sugar glider dan lomba fashion untuk musang. Penilaian didasarkan pada aspek fisik dan tingkat kesehatan satwa termasuk juga kedekatan pemilik dan satwanya.  
“Kami berharap, kegiatan ini menjadikan para pecinta satwa lebih peduli dengan konservasi satwa-satwa langka dan ikut andil dalam kampanye pelestarian satwa dimanapun mereka berada,” ungkap GM Taman Safari Indonesia II, IK Gunarta.  
Sementara itu, peserta dapat memeriksakan satwanya dan berkonsultasi langsung dengan dokter-dokter hewan Taman Safari Indonesia II. Pecinta satwa bebas bertanya dengan dokter-dokter berpengalaman ini  tanpa dipungut biaya. 
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Untuk pertama kalinya saya berkesempatan bertemu dengan berbagai pecinta satwa sekaligus mendapatkan edukasi dari taman safari Indonesia II tentang satwa, terutama tentang satwa yang saya miliki di moment ini,” ungkap Aryo, salah satu penggemar kucing yang hadir di acara pets day out ini. 
Kegiatan yang mendapatkan apresiasi begitu besar dari berbagai komunitas pecinta satwa ini juga mengumumkan pemenang videografi satwa yang telah berlangsung beberapa hari lalu di instagram. Peserta pets day out berharap, acara seperti ini bisa terus digelar di Taman Safari Indonesia II mengingat selama ini belum ada kegiatan serupa yang mempertemukan banyak komunitas pecinta satwa terutama di Jawa Timur. Pets Out Day kali ini bahkan disebut-sebut sebagai pioneer penyelenggaraan event bagi komunitas pecinta satwa. (*)

Drh. Ivan Chandra: "Kami Siap Terapkan Bio security dan Disinfeksi Tangkal Flu Burung"

Sosialisasi dan edukasi tentang ancaman penyakit flu burung (Avian Influenza) dan nilai tambah ekonomis kepada ratusan peternak unggas di sekitar Taman Safari Indonesia II, mendapat sambutan positif (25/8). Kegiatan ini merupakan buah kerjasama antara Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair Surabaya dan  Taman Safari Indonesia II prigen.
Dokter Hewan Taman Safari Indonesia II, Drh Ivan Chandra mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut penandatanganan kerjasama riset dan pendidikan antara Taman Safari Indonesia II dan FKH Unair. “Kami sudah menjalin kerjasama selama lebih dari 10 tahun. Tahun ini, kami ingin lebih fokuskan pada kegiatan-kegiatan pegabdian kepada masyarakat secara langsung. salah satunya melalui forum ini,” imbuh Ivan.
www.tamansafari2.com
Tahun ini, Taman Safari Indonesia II memang baru saja memperbarui kerjasamanya dengan FKH Unair. Berawal dari kerjasama yang telah dilakukan sejak sekitar 2005 lalu, Tahun ini kedua pihak sepakat untuk meningkatkan komitmennya di bidang riset dan pendidikan. Program sosialisasi kepada peternak unggas inilah yang menjadi awal kerjasama di tahun ini. Bahkan, 4 desa sekitar Taman Safari Indonesia II, desa Jatiarjo, Cendono, Dayurejo, Watuagung secara resmi menjadi desa binaan terutama dalam hal pendampingan, edukasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi beternak unggas.
“Kami undang masing-masing 15 orang per desa untuk hadir disini. Kami juga adakan pre test dan post test tentang avian influenza dengan harapan bisa mengukur daya serap mereka terhadap edukasi ini. Ini juga menjadi acuan kami selanjutnya untuk melangkah lebih jauh lagi untuk program ini,” ungkap Ivan
Sementara itu, Kepala Desa Cendono yang juga berprofesi sebagai peternak unggas, Sanari mengungkapkan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar Taman Safari Indonesia II terutama bagi masyarakat peternak ayam buras untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap serangan flu burung.
“Ini adalah pembinaan pertama kali bagi kami dan kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti edukasi ini secara langsung dari dokter-dokter hewan Unair difasilitasi Taman Safari Indonesia II,” lanjutnya.  Hal senada juga disampaikan Bapak Sareh Kepala Desa Jatiarjo, kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Ditambahkan oleh bapak Sareh, supaya apa yang dilakukan ini, kedepan nya di buat pula semacam program pendampingan kepada para peternak yang hari ini mempraktekan apa yang di dapatkan.
Beberapa tahun lalu, isu flu burung memang sempat mengkuatirkan peternak sekitar taman safari Indonesia II. Untungnya, peternak di sekitar Taman safari Indonesia II dinyatakan bebas flu burung. Namun jika flu ini benar-baner mengancam peternak, Taman Safari Indonesia dan FKH Unair siap menerapkan Biosecurity dan disinfeksi sebagai salah satu antispasinya. (*)

Jaliteng Taman Safari II Prigen Jadi Pusat Perhatian Pak de Karwo di Acara Puncak Hari Lingkungan Hidup 2015 Jatim

Keikutsertaan Taman Safari Indonesia II dalam pameran Lingkungan Hidup yang diselenggarakan BLH (Badan Lingkungan Hidup) Jawa Timur pada 28-30 Juli 2015 menarik perhatian sebagian besar pengunjung dan Pakde Karwo. Pasalnya, pameran yang dihelat di Candra Wilwatikta Tretes Pasuruan ini, Sapi unggul ‘Jaliteng’ yang sedang dikembangkan TSI 2 juga diikutsertakan dalam pameran.
“Kami sangat mengapresiasi kerjasama dengan Taman Safari Prigen untuk program ini. Harapan saya tentu saja, Jaliteng akan menjadi indukan unggul untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging,” kata Gubernur Jawa Timur Sukarwo saat berkunjung ke Acara puncak Hari Lingkungan Hidup Jawa Timur pada 30 Juli.
www.tamansafari2.com
Menurut Pakde Karwo – begitu sapaan akrab Gubernur Sukarwo, pemerintah provinsi Jawa Timur akan mengupayakan hak paten untuk Jaliteng sebagai indukan baru bagi pemenuhan sapi pedaging untuk konsumsi secara nasional bahkan internasional.
Sejak 2011, Taman Safari Indonesia II memang sedang mengembangkan penelitian tentang sapi unggul. Hasil persilangan alami antara Sapi Bali dan Banteng Jawa ini diharapkan akan menemukan jenis sapi unggul (sapi pedaging). “Taman Safari Indonesia II sangat konsen dengan penelitian ini untuk membantu pemerintah menemukan bibit sapi pedaging yang unggul dan layak konsumsi,” ungkap kurator Taman Safari Indonesia II, Drh. Ivan Chandra.
Saat ini, Taman Safari Indonesia II setidaknya telah memiliki 18 ekor hasil silangan alami. Semua sapi ini secara intensif juga mendapatkan pengawasan para peneliti Taman Safari Indonesia II. Bahkan, beberapa sample sperma pejantan telah dikirim ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) di Malang untuk diteliti ulang. Seluruh program penelitian tersebut nantinya akan menjadi rujukan BBIB untuk mengembangkan sapi unggul secara nasional sebagai sapi pedaging.
Uniknya lagi, seluruh limbah kotoran yang dihasilkan Jaliteng berhasil diolah kembali oleh Taman Safari Indonesia II menjadi biogas dan pupuk. Seluruh prosesnya bahkan bisa dilihat secara langsung oleh pengunjung Pameran Lingkungan Hidup di stand pameran Taman Safari Indonesia II.
Tak hanya Jaliteng yang mengundang perhatian, dalam sesi edukasi, peserta ‘kemah hijau’ yang secara khusus hadir di stand Taman Safari Indonesia II juga begitu antusias belajar tentang insektarium. Para pengunjung juga bisa melihat secara langsung bagaimana konsep konservasi satwa yang sedang dikembangkan Taman Safari Indonesia II.  
Di momen ini, Taman Safari Indonesia II juga mengkampanyekan hari Harimau sedunia yang jatuh pada tanggal 29 Juli. Sekedar informasi, Taman Safari Indonesia II telah ditunjuk secara resmi sebagai salah satu pusat lembaga konservasi harimau Sumatera di Indonesia. Saat ini, Taman Safari Indonesia II secara aktif memantau perkembangan harimau Sumatera mulai usia 2 bulan hingga 20 tahun. Pengunjung dapat melihat secara langsung Semua harimau Sumatera itu di Taman Safari Indonesia II Prigen. (*)

Tips menjaga satwa peliharan anda, saat anda berlibur

Sudah memasuki masa mudik dalam rangka natal dan tahun baru 2016 nih, adventurers. Biasanya bagi kita yang memiliki hewan kesayangan dirumah selalu merasa kurang tenang meninggalkan peliharaan tanpa pengawasan selama kita bepergian. Berikut adalah tips untuk adventurers agar tetap bisa berlibur dengan tenang meski meninggalkan hewan peliharaan dirumah.
www.tamansafari2.com
Pertama – tama, cobalah mencari bantuan teman terdekat atau tetangga yang kebetulan tidak bepergian di waktu yang sama dengan anda. Titipkan sementara kepada mereka waktu –waktu tertentu peliharaan anda harus diberi makan dan informasikan kebutuhan spesialnya. Jangan lupa memberitahukan detail tentang kapan anda akan pergi dan kapan akan tiba kembali.
Yang kedua, tempatkan semua kebutuhan hewan kesayangan anda di tempat yang mudah dijangkau agar kolega atau orang yang anda berikan kepercayaan untuk merawat hewan anda sementara tidak bingung akan hal ini.
Siapkan juga tempat istirahat yang layak untuk peliharaan anda, atur suhu ruangan yang nyaman juga untuk hewan kesayangan anda.
Selanjutnya, jangan lupa membawa hewan kesayangan anda untuk melakukan cek kondisi kesehatannya sebelum anda bepergian. Untuk lebih memastikan kesehatan mereka fit untuk beberapa waktu kedepan.
Jika hewan kesayangan anda masih dalam usia yang sangat muda dan rapuh tidak ada salahnya anda mengeluarkan sedikit biaya untuk menitipkannya di penitipan hewan professional. Pastikan juga anda sering melakukan cek dan menanyakan kondisi hewan kesayangan anda.
Semoga beberapa tips yang kita share kali ini bisa membantu adventurers merasa tenang saat berlibur dan hewan kesayangan anda pun tetap terjaga kondisinya. Selamat berlibur ! (*)

Tuesday, September 22, 2015

Puncak Peringatan ‘Rhino International Day’ di TSI 2

Tumpeng Raksasa Untuk Badak Putih
Meski tak mewah, puncak peringatan “Rhino International Day’ di Taman Safari Indonesia II (22/9) tetap penuh makna. 3 buah tumpeng raksasa berhias berbagai macam buah-buahan disiapkan secara khusus untuk 3 ekor badak putih koleksi Taman Safari Indonesia II yang bernama Winnie, Yuri dan Hans.
Badak Putih koleksi Taman Safari Indonesia II
dengan tumpeng Raksasa berbentuk Badak
“Ini adalah moment penting bagi kita semua untuk selalu mengingatkan tentang ancaman nyata badak di seluruh dunia dari kepunuhan. Kami yakin tidak sendiri, karena teman-teman media yang hadir hari ini akan membantu menyebarkan informasi ini kepada lebih banyak orang,” ungkap General Manager Taman Safari Indonesia II IK Gunarta dalam keterangan persnya.
Dihadapan lebih dari 20 media cetak, online dan elektronik yang hadir dalam peringatan ini, Gunarta menjelaskan, upaya serius Taman safari Indonesia II dalam melestarikan badak. “Kami memiliki 3 ekor badak berjenis badak putih Afrika yang sampai hari ini sedang kami upayakan untuk dikembangbiakan. Kesulitannya tentu faktor alam karena badak-badak ini bukan dari Indonesia,” imbuhnya.  Meski begitu lanjut Gunarta, keberhasilan Taman Safari Indonesia Bogor yang telah berhasil mendapatkan bayi badak memacu semangat Taman safari Indonesia II untuk mengawinkan badak-badak ini dan menyusul keberhasilan Taman safari Indonesia Bogor.
Manajemen Taman Safari Indonesia II, doa bersama dalam
peringatan Hari Badak Sedunia (22 September 2015)
Pada kesempatan berbeda, Dokter Taman Safari Indonesia II, Drh Nanang menyampaikan secara detail kondisi terbaru badak di seluruh dunia saat mengajak awak media berkeliling ke zona badak. Menurut Nanang, kondisi badak sudah sangat mengkhawatirkan dan nyaris punah. Untuk itulah, pihaknya secara konsisten berupaya mengembangbiakan badak putih ini di Taman Safari Indonesia II.
“Sungguh tanggungjawab dan tantangan yang besar bagi kami sebagai pusat konservasi untuk menjaga badak dari kepunahan,” lanjut Nanang pada awak media. Dokter yang dikenal ramah ini juga berbagi pengalaman kepada awak media tentang upayanya menembangbiakan badak. Termasuk juga tentang standarisasi makanan hingga pengawasan khusus menyangkut animal welfare dan kesehatannya.
Peringatan hari badak sedunia di Taman Safari Indonesia II kali ini juga mendapatkan respon positif dari dunia maya. Beragam dukungan dan apresiasi disampaikan netizen lewat sosial media. Bahkan, kampanye-kampanye aktif Taman Safari Indonesia dalam bentuk infografis dan meme telah diunggah di account resmi Taman Safari Indonesia sejak H-3 puncak peringatan Hari Badak Sedunia di Taman Safari Indonesia II. Selamat Hari Badak Internasional, semoga satwa ini segera lepas dari ancaman kepunahan. (*)