Monday, December 14, 2015

Pestanya Pecinta Satwa Peliharaan di Taman Safari Prigen

Kegembiraan nampak terpancar di wajah para peserta Pets Day Out (27/9). Bagaimana tidak, sekitar 400 peserta yang pagi itu berkumpul di Taman Safari Indonesia II, tak hanya menjadikan acara ini sebagai ajang silahturahmi antar pencinta satwa tapi juga moment untuk mengenal satwanya lebih dekat.
www.tamansafari2.com
Puluhan komunitas pecinta satwa seperti pecinta reptil, kucing, sugar glider hingga burung untuk kali pertama bertemu dalam satu event di Taman Safari Indonesia II. Mereka bahkan mendapatkan edukasi khusus tentang satwa dari tim dokter hewan Taman Safari Indonesia II. Di sesi ini pula, peserta mendapatkan pemahaman khusus tentang pentingnya konservasi satwa dan berkeliling mengunjungi zona-zona satwa Taman Safari Indonesia II (safari adventure).
Serunya lagi, peserta Pets Day Out juga ditantang mengikuti beragam kompetisi untuk satwa-satwanya. Lomba balap gecko, lomba panjat sugar glider dan lomba fashion untuk musang. Penilaian didasarkan pada aspek fisik dan tingkat kesehatan satwa termasuk juga kedekatan pemilik dan satwanya.  
“Kami berharap, kegiatan ini menjadikan para pecinta satwa lebih peduli dengan konservasi satwa-satwa langka dan ikut andil dalam kampanye pelestarian satwa dimanapun mereka berada,” ungkap GM Taman Safari Indonesia II, IK Gunarta.  
Sementara itu, peserta dapat memeriksakan satwanya dan berkonsultasi langsung dengan dokter-dokter hewan Taman Safari Indonesia II. Pecinta satwa bebas bertanya dengan dokter-dokter berpengalaman ini  tanpa dipungut biaya. 
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Untuk pertama kalinya saya berkesempatan bertemu dengan berbagai pecinta satwa sekaligus mendapatkan edukasi dari taman safari Indonesia II tentang satwa, terutama tentang satwa yang saya miliki di moment ini,” ungkap Aryo, salah satu penggemar kucing yang hadir di acara pets day out ini. 
Kegiatan yang mendapatkan apresiasi begitu besar dari berbagai komunitas pecinta satwa ini juga mengumumkan pemenang videografi satwa yang telah berlangsung beberapa hari lalu di instagram. Peserta pets day out berharap, acara seperti ini bisa terus digelar di Taman Safari Indonesia II mengingat selama ini belum ada kegiatan serupa yang mempertemukan banyak komunitas pecinta satwa terutama di Jawa Timur. Pets Out Day kali ini bahkan disebut-sebut sebagai pioneer penyelenggaraan event bagi komunitas pecinta satwa. (*)

Drh. Ivan Chandra: "Kami Siap Terapkan Bio security dan Disinfeksi Tangkal Flu Burung"

Sosialisasi dan edukasi tentang ancaman penyakit flu burung (Avian Influenza) dan nilai tambah ekonomis kepada ratusan peternak unggas di sekitar Taman Safari Indonesia II, mendapat sambutan positif (25/8). Kegiatan ini merupakan buah kerjasama antara Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair Surabaya dan  Taman Safari Indonesia II prigen.
Dokter Hewan Taman Safari Indonesia II, Drh Ivan Chandra mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut penandatanganan kerjasama riset dan pendidikan antara Taman Safari Indonesia II dan FKH Unair. “Kami sudah menjalin kerjasama selama lebih dari 10 tahun. Tahun ini, kami ingin lebih fokuskan pada kegiatan-kegiatan pegabdian kepada masyarakat secara langsung. salah satunya melalui forum ini,” imbuh Ivan.
www.tamansafari2.com
Tahun ini, Taman Safari Indonesia II memang baru saja memperbarui kerjasamanya dengan FKH Unair. Berawal dari kerjasama yang telah dilakukan sejak sekitar 2005 lalu, Tahun ini kedua pihak sepakat untuk meningkatkan komitmennya di bidang riset dan pendidikan. Program sosialisasi kepada peternak unggas inilah yang menjadi awal kerjasama di tahun ini. Bahkan, 4 desa sekitar Taman Safari Indonesia II, desa Jatiarjo, Cendono, Dayurejo, Watuagung secara resmi menjadi desa binaan terutama dalam hal pendampingan, edukasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi beternak unggas.
“Kami undang masing-masing 15 orang per desa untuk hadir disini. Kami juga adakan pre test dan post test tentang avian influenza dengan harapan bisa mengukur daya serap mereka terhadap edukasi ini. Ini juga menjadi acuan kami selanjutnya untuk melangkah lebih jauh lagi untuk program ini,” ungkap Ivan
Sementara itu, Kepala Desa Cendono yang juga berprofesi sebagai peternak unggas, Sanari mengungkapkan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar Taman Safari Indonesia II terutama bagi masyarakat peternak ayam buras untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap serangan flu burung.
“Ini adalah pembinaan pertama kali bagi kami dan kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti edukasi ini secara langsung dari dokter-dokter hewan Unair difasilitasi Taman Safari Indonesia II,” lanjutnya.  Hal senada juga disampaikan Bapak Sareh Kepala Desa Jatiarjo, kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Ditambahkan oleh bapak Sareh, supaya apa yang dilakukan ini, kedepan nya di buat pula semacam program pendampingan kepada para peternak yang hari ini mempraktekan apa yang di dapatkan.
Beberapa tahun lalu, isu flu burung memang sempat mengkuatirkan peternak sekitar taman safari Indonesia II. Untungnya, peternak di sekitar Taman safari Indonesia II dinyatakan bebas flu burung. Namun jika flu ini benar-baner mengancam peternak, Taman Safari Indonesia dan FKH Unair siap menerapkan Biosecurity dan disinfeksi sebagai salah satu antispasinya. (*)

Jaliteng Taman Safari II Prigen Jadi Pusat Perhatian Pak de Karwo di Acara Puncak Hari Lingkungan Hidup 2015 Jatim

Keikutsertaan Taman Safari Indonesia II dalam pameran Lingkungan Hidup yang diselenggarakan BLH (Badan Lingkungan Hidup) Jawa Timur pada 28-30 Juli 2015 menarik perhatian sebagian besar pengunjung dan Pakde Karwo. Pasalnya, pameran yang dihelat di Candra Wilwatikta Tretes Pasuruan ini, Sapi unggul ‘Jaliteng’ yang sedang dikembangkan TSI 2 juga diikutsertakan dalam pameran.
“Kami sangat mengapresiasi kerjasama dengan Taman Safari Prigen untuk program ini. Harapan saya tentu saja, Jaliteng akan menjadi indukan unggul untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging,” kata Gubernur Jawa Timur Sukarwo saat berkunjung ke Acara puncak Hari Lingkungan Hidup Jawa Timur pada 30 Juli.
www.tamansafari2.com
Menurut Pakde Karwo – begitu sapaan akrab Gubernur Sukarwo, pemerintah provinsi Jawa Timur akan mengupayakan hak paten untuk Jaliteng sebagai indukan baru bagi pemenuhan sapi pedaging untuk konsumsi secara nasional bahkan internasional.
Sejak 2011, Taman Safari Indonesia II memang sedang mengembangkan penelitian tentang sapi unggul. Hasil persilangan alami antara Sapi Bali dan Banteng Jawa ini diharapkan akan menemukan jenis sapi unggul (sapi pedaging). “Taman Safari Indonesia II sangat konsen dengan penelitian ini untuk membantu pemerintah menemukan bibit sapi pedaging yang unggul dan layak konsumsi,” ungkap kurator Taman Safari Indonesia II, Drh. Ivan Chandra.
Saat ini, Taman Safari Indonesia II setidaknya telah memiliki 18 ekor hasil silangan alami. Semua sapi ini secara intensif juga mendapatkan pengawasan para peneliti Taman Safari Indonesia II. Bahkan, beberapa sample sperma pejantan telah dikirim ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) di Malang untuk diteliti ulang. Seluruh program penelitian tersebut nantinya akan menjadi rujukan BBIB untuk mengembangkan sapi unggul secara nasional sebagai sapi pedaging.
Uniknya lagi, seluruh limbah kotoran yang dihasilkan Jaliteng berhasil diolah kembali oleh Taman Safari Indonesia II menjadi biogas dan pupuk. Seluruh prosesnya bahkan bisa dilihat secara langsung oleh pengunjung Pameran Lingkungan Hidup di stand pameran Taman Safari Indonesia II.
Tak hanya Jaliteng yang mengundang perhatian, dalam sesi edukasi, peserta ‘kemah hijau’ yang secara khusus hadir di stand Taman Safari Indonesia II juga begitu antusias belajar tentang insektarium. Para pengunjung juga bisa melihat secara langsung bagaimana konsep konservasi satwa yang sedang dikembangkan Taman Safari Indonesia II.  
Di momen ini, Taman Safari Indonesia II juga mengkampanyekan hari Harimau sedunia yang jatuh pada tanggal 29 Juli. Sekedar informasi, Taman Safari Indonesia II telah ditunjuk secara resmi sebagai salah satu pusat lembaga konservasi harimau Sumatera di Indonesia. Saat ini, Taman Safari Indonesia II secara aktif memantau perkembangan harimau Sumatera mulai usia 2 bulan hingga 20 tahun. Pengunjung dapat melihat secara langsung Semua harimau Sumatera itu di Taman Safari Indonesia II Prigen. (*)

Tips menjaga satwa peliharan anda, saat anda berlibur

Sudah memasuki masa mudik dalam rangka natal dan tahun baru 2016 nih, adventurers. Biasanya bagi kita yang memiliki hewan kesayangan dirumah selalu merasa kurang tenang meninggalkan peliharaan tanpa pengawasan selama kita bepergian. Berikut adalah tips untuk adventurers agar tetap bisa berlibur dengan tenang meski meninggalkan hewan peliharaan dirumah.
www.tamansafari2.com
Pertama – tama, cobalah mencari bantuan teman terdekat atau tetangga yang kebetulan tidak bepergian di waktu yang sama dengan anda. Titipkan sementara kepada mereka waktu –waktu tertentu peliharaan anda harus diberi makan dan informasikan kebutuhan spesialnya. Jangan lupa memberitahukan detail tentang kapan anda akan pergi dan kapan akan tiba kembali.
Yang kedua, tempatkan semua kebutuhan hewan kesayangan anda di tempat yang mudah dijangkau agar kolega atau orang yang anda berikan kepercayaan untuk merawat hewan anda sementara tidak bingung akan hal ini.
Siapkan juga tempat istirahat yang layak untuk peliharaan anda, atur suhu ruangan yang nyaman juga untuk hewan kesayangan anda.
Selanjutnya, jangan lupa membawa hewan kesayangan anda untuk melakukan cek kondisi kesehatannya sebelum anda bepergian. Untuk lebih memastikan kesehatan mereka fit untuk beberapa waktu kedepan.
Jika hewan kesayangan anda masih dalam usia yang sangat muda dan rapuh tidak ada salahnya anda mengeluarkan sedikit biaya untuk menitipkannya di penitipan hewan professional. Pastikan juga anda sering melakukan cek dan menanyakan kondisi hewan kesayangan anda.
Semoga beberapa tips yang kita share kali ini bisa membantu adventurers merasa tenang saat berlibur dan hewan kesayangan anda pun tetap terjaga kondisinya. Selamat berlibur ! (*)

Tuesday, September 22, 2015

Puncak Peringatan ‘Rhino International Day’ di TSI 2

Tumpeng Raksasa Untuk Badak Putih
Meski tak mewah, puncak peringatan “Rhino International Day’ di Taman Safari Indonesia II (22/9) tetap penuh makna. 3 buah tumpeng raksasa berhias berbagai macam buah-buahan disiapkan secara khusus untuk 3 ekor badak putih koleksi Taman Safari Indonesia II yang bernama Winnie, Yuri dan Hans.
Badak Putih koleksi Taman Safari Indonesia II
dengan tumpeng Raksasa berbentuk Badak
“Ini adalah moment penting bagi kita semua untuk selalu mengingatkan tentang ancaman nyata badak di seluruh dunia dari kepunuhan. Kami yakin tidak sendiri, karena teman-teman media yang hadir hari ini akan membantu menyebarkan informasi ini kepada lebih banyak orang,” ungkap General Manager Taman Safari Indonesia II IK Gunarta dalam keterangan persnya.
Dihadapan lebih dari 20 media cetak, online dan elektronik yang hadir dalam peringatan ini, Gunarta menjelaskan, upaya serius Taman safari Indonesia II dalam melestarikan badak. “Kami memiliki 3 ekor badak berjenis badak putih Afrika yang sampai hari ini sedang kami upayakan untuk dikembangbiakan. Kesulitannya tentu faktor alam karena badak-badak ini bukan dari Indonesia,” imbuhnya.  Meski begitu lanjut Gunarta, keberhasilan Taman Safari Indonesia Bogor yang telah berhasil mendapatkan bayi badak memacu semangat Taman safari Indonesia II untuk mengawinkan badak-badak ini dan menyusul keberhasilan Taman safari Indonesia Bogor.
Manajemen Taman Safari Indonesia II, doa bersama dalam
peringatan Hari Badak Sedunia (22 September 2015)
Pada kesempatan berbeda, Dokter Taman Safari Indonesia II, Drh Nanang menyampaikan secara detail kondisi terbaru badak di seluruh dunia saat mengajak awak media berkeliling ke zona badak. Menurut Nanang, kondisi badak sudah sangat mengkhawatirkan dan nyaris punah. Untuk itulah, pihaknya secara konsisten berupaya mengembangbiakan badak putih ini di Taman Safari Indonesia II.
“Sungguh tanggungjawab dan tantangan yang besar bagi kami sebagai pusat konservasi untuk menjaga badak dari kepunahan,” lanjut Nanang pada awak media. Dokter yang dikenal ramah ini juga berbagi pengalaman kepada awak media tentang upayanya menembangbiakan badak. Termasuk juga tentang standarisasi makanan hingga pengawasan khusus menyangkut animal welfare dan kesehatannya.
Peringatan hari badak sedunia di Taman Safari Indonesia II kali ini juga mendapatkan respon positif dari dunia maya. Beragam dukungan dan apresiasi disampaikan netizen lewat sosial media. Bahkan, kampanye-kampanye aktif Taman Safari Indonesia dalam bentuk infografis dan meme telah diunggah di account resmi Taman Safari Indonesia sejak H-3 puncak peringatan Hari Badak Sedunia di Taman Safari Indonesia II. Selamat Hari Badak Internasional, semoga satwa ini segera lepas dari ancaman kepunahan. (*)

Monday, August 17, 2015

Upacara 17 Agustus Memperingati Hari Kemerdekaan RI di Taman Safari Indonesia II Prigen Jawa Timur

Upacara 17 Agustus Taman Safari Indonesia II Prigen
Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI yang ke – 70 , Taman Safari Indonesia II Prigen ingin berbagi hari bahagia ini bersama siapapun termasuk dengan staff internal dan warga setempat. Sekitar 600 orang mengikuti upacara tepat pada tanggal 17 Agustus ini. Panitia upacara telah menyiapkan rangkaian acara spesial yang melibatkan banyak pihak baik staff, warga, dan tokoh masyarakat sekitar termasuk juga bagi-bagi beasiswa untuk 21 siswa berprestasi terpilih.

Bapak IK Gunarta (GM TSI 2) memberikan apresiasi
 kepada siswa lokal berprestasi

Upacara bendera yang dihelat pada pukul 08.00 wib ini bertempat di lahan parkir TSI II Prigen. Yang special dalam acara yang satu ini, adalah pihak TSI II mengundang dan telah menyeleksi sekitar 21 siswa berprestasi yang dinobatkan untuk mendapatkan beasiswa dari Taman Safari II sebagai bentuk apresiasi edukasi untuk generasi muda Indonesia.

Tujuan dari pemberian beasiswa ini adalah memberikan motivasi belajar bagi generasi muda dan sekaligus sebagai penghargaan pada siswa yang rajin dalam belajar. Pembina upacara pada HUT ke-70 Kemerdekaan RI ini adalah bapak I Ketut Gunarta selaku General Manager TSI II yang juga memberikan sambutan khusus di hari Dirgahayu Indonesia. “Kita harus meneruskan perjuangan pahlawan demi kemajuan bangsa, salah satu yang bias kita lakukan adalah dengan meningkatkan pariwisata Indonesia.” Ujar beliau dihadapan sekitar 600 jajaran manajemen dan  staff Taman Safari Indonesia II.

Semoga dengan diadakannya upacara 17 Agustus dengan segenap warga TSI dan sekitar diharapkan kita semua bias memelihara kecintaan terhadap bangsa dan bangga menjadi warga Negara Indonesia. Majulah generasi Indonesia, lestarikan budaya dan cintai satwa di sekitar kita. Majulah Indonesia! 

Sunday, August 16, 2015

Safari Agustusan 2015 di Taman Safari Indonesia II Prigen

Ajang Menambah Keakraban Karyawan dan Berbagi Keceriaan Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 70th

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 tahun ini, Management Taman Safari Indonesia II menyelenggarakan acara Safari Agustusan pada tanggal 11 – 16 Agustus 2015. Kegiatan yang dipusatkan di parkir A Taman safari Indonesia II tersebut  melibatkan seluruh karyawan Taman Safari Indonesia II.
 
Keseruan Lomba Makan Kerupuk Safari Agustusan 2015


Lomba Transfer Bola Pingpong
Safari Agustusan 2015

Kegiatan Safari Agustusan ini diisi dengan berbagai Games yang menarik, mulai dari Lomba Makan Kerupuk, Lomba Transfer Tepung, Lomba Masukan Paku Dalam Botol, Lomba Bersih – Bersih, sampai Lomba Tarik Tambang. Sebagai lembaga Konservasi satwa terbesar di Asia yang berdiri di tengah-tengah masyarakat Pasuruan khususnya, Taman Safari Indonesia II ingin selalu meningkatkan sensifitasnya terhadap kondisi di sekitarnya. Salah satunya melalui Lomba Kebersihan, yang dimana seluruh karyawan Taman Safari Indonesia II beramai – ramai memungut sampah yang berada di seluruh Desa Jatiarjo, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Berbagai divisi menunjukan kekompakannya, sehingga sampah – sampah makin banyak terkumpul.
 Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja karyawan Taman Safari Indonesia II, Menjaga kebersihan lingkungan, dan kelestarian alam akan tetap terjaga. “Di tahun depan, manajemen Taman Safari Indonesia II akan mengadakan acara Agustusan yang lebih meriah lagi”, ungkap Idham Rustian selaku Ketua Panitia Safari Agustusan.



R.A

Marcomm Taman Safari Indonesia II